Tujuh Golongan Orang-Orang yang Akan Mendapat Naungan
Di Padang Mashyar
Alhamdulillah-Alhamdulillahi robbil alamin
wassalatu wassala alaa asyrafil ambiyai walmursalin sayyidina muhammadin
waalaaalihi waashabihi ajmain amma baad.Pertama-tama marilah kita memanjatkan
puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan inayahnya
sehingga kita dapat hadir ditempat ini guna melaksanakan rutinitas kita sebagai
mahasiswa yaitu menuntut ilmu.
Shalawat dan salam tetap kita hanturkan
kepada Nabiullah Muhammad Saw,Nabi yang telah membawa kita dari alam kegelapan
menuju kealam yang terang menderang seperti sekarang ini.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan
ceramah yang berjudul “Tujuh Golongan
Orang-Orang yang Akan Mendapat Naungan Di Padang Mashyar”
1. Pemimpin yang adil.
Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abdullah bin
Amr bin Al-Ash Radhiallahu anhu berkata :
إِنَّ
الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ
الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي
حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا
innal
muqsithiina ‘indallahi ‘alaa munaabiro minnuuri ‘an yamiinirrohmani ‘adzaa
wajalla wa kiltaa yadaihi yamiinul ladziina ya’diluuna fii hukmihim wa ahliihim
wa maa waluu
Artinya: “Orang-orang yang berlaku adil,
kelak nanti akan berada di sisi Allah di atas mimbar yang terbuat dari cahaya,
di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla -sedangkan kedua tangan Allah adalah kanan
semua-. Yaitu mereka orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil dalam
keluarga dan adil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.” (HR.
Muslim no. 3406)
2. Pemuda yang tumbuh di atas
kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya.
Masa muda merupakan
masa keemesan bagi seseorang, dimana kebanyakan diantara kita disaat kita muda
merupakan masa-masa paling bandel-bandelnya dari semua periode kehidupan kita.
Seperti kebanyakan anak muda sekarang banyaknya berkelahi. Pribadi maupun
berkemlompok sehingga muncul sebutan baru yang disebut “Tawuran”. Masa muda dimana masa-masa
tumbuhnya rasa saling suka antara lawan jenis, sehingga muncul pribahasa baru
yaitu “Pacaran” atau untuk mereka yang
tidak memiliki pacar disebut “Jomblo”
jika dia telah lama tidak memiliki pacar dia akan naik pangkat menjadi “JONES (Jmblo Ngenes)”. Hihihi.
Namun, tatkala
sesorang pemuda yang sanggup untuk meninggalkan smua syahwat yang Allah Ta’ala
haramkan karena mengharapkan Ridha Allah Ta’ala. Maka, pemuda tersebut sangat
pantas untuk mendapatkan keutamaan dari Allah ta’ala pada hari kiamat nanti.
Sesuai Hadist diatas, yaitu mendapatkan naungan dari Allah Ta’ala di hari
dimana tidak ada pertolongan selain dari-Nya.
3. Lelaki yang hatinya terpaut
dengan masjid.
Allah SWT berfirman dalam
surat An-Nur ayat 36-38 yang artinya :

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan
untuk dimuliakan dan sebut nama-Nya (Berdzikir) di dalamnya, pada waktu pagi
dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan karena perniagaan dan tidak
(pula) karena jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan
sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang
(di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang
demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan)
yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah
karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang
dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An-Nur: 36-38).
Jadi sudah jelas
sekali Allah akan memberikan kemuliaan kepada seorang lelaki yang hatinya
terpaut dengan masjid. Dalam artian didalam masjid tersebut untuk beribadah
kepada Allah Ta’ala.Bagaimana agar hati kita terpaut dengan masjid? Yaitu
dengan cara menuntun hati dan jiwa anda untuk menuju ketaatan Allah Ta’ala.Karena
pada hakikatnya jika kita sering melatih hati dan jiwa kita untuk selallu
ta’at, maka lama kelamaan kita akan cenderung untuk mendahulukan kecintaan
kepada Allah.Dengan salah satu caranya adalah berjamaah dimasjid ketika waktu
shalat telah tiba dan meninggalkan segala macam bentuk amalan dunia.
4. Dua orang yang saling
mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah
kecuali karena Allah.
Kedua orang ini memang pantas untuk mendapatkan
keutamaan tersebut.Karena pada hakikatnya manusia memiliki rasa saling
mencintai.Dimana rasa cinta itu dapat membutakan hati mereka,hal buruk menjadi
baik dan begitu juga sebaliknya. Yang mengakibatkan mereka berbuat hal yang
tidak diridhoi oleh Allah ta’ala.Dan terkadang rasa cinta mereka juga cenderung
hanya karena adanya tujuan-tujuan duniawiyah.
Namun untuk kedua orang ini yang saling mencintai
karena Allah sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali
karena Allah. Mereka saling mencintai karena ingin mendapatkan ridho dari
Allah. Ketika sang laki-laki dipanggil untuk bejihad maka sang wanita ikhlas
dan selalu mendo’akan keselamatan sang suaminya tersebut.
5. Lelaki yang diajak (berzina)
oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya
Aku takut kepada Allah’.
Pada saat ini mungkin
hanya beberapa Laki-laki yang dapat melakukan hal ini. kebanyakan dari mereka
sering tertipu denga kenikmatan dunia yang hanya sementara ini. Namun,Lelaki
yang dimaksud dalam hadist ini adalah : jika ada seseoroang wanita yang
memiliki kedudukan tinggi,harta yang berlimpah,dan memiliki kecantika yang luar
biasa mengajak untuk berzina dengannya.Akan tetapi dia menolak permintaan dan
ajakan tersebut karena takut kepada Allah ta’ala,bukan karena sebab yang lain.
Maka ini adalah tanda yang sangat nyata menunjukan dia lebih mendahulukuan
kecintaan kepada Allah daripada kecintaanya kepada hawa nafsu. Allah SWT
berfirman dalam Surah An-Naziat ayat 40 yang berbunyi :

“dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan
menahan diri dari ekinginan hawa nafsu.” (QS. An-Naziat :40)
6. Orang yang bersedekah dengan
sembunyi-sembunyi,hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan
oleh tangan kanannya.
Orang yang dimaksud
pada golongan ini adalah mereka yang suka bersedekah dan ia berusaha semaksimal
mungkin agar sedekahnya tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah Ta’ala,sampai-sampai
diibaratkan dengan kalimat “tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan
oleh tangan kanannya”.Bagaimana cara agar sedekah tidak dikatahui oleh orang
lain?karena perlu kalia ketahui.Dalam setiap zakat, infak, da sedekah agar
orang yang mempunyai harta menyerahkannya secara langsung kepada yang berhak
menerimanya dan tidak melalui wakil dan perantara.Selain itu,disunnahkan harus
memberikannya kepada kerabatnya sendiri dengan catatan sikerbat tersebut
termasuk orang yang membutuhkan sebelum kepada orang lain.
7. Orang yang berdzikir kepada
Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.
Mungkin ini merupakan amalan yang tersulit.Karena
dimana disaat kita sendiri kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia,
seperti bermalas-malasan.Hanya orang yang memiliki kekuatan iman dan rasa takut
yang besar kepada Allah,atau mereka yang telah dibukakan pintu hidayah dalam
hatinya yang dapat melakukan hal ini.bahkan disaat ia bersama dengan orang
lain.
Sebagai Kesimpulan adapun Tujuh Golongan Orang-Orang yang Akan Mendapat
Naungan Di Padang Mashyar yaitu Pemimpin yang adil,Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada
Rabbnya,Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid,Dua orang yang saling
mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah
kecuali karena Allah,Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang
mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku takut
kepada Allah’,Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi,hingga tangan
kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya,dan Orang
yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah
karena menangis.
Sekian yang dapat saya
sampaikan semoga ada manfaatnya bagi kita semua,terutama pada diri saya
sendiri.Akhirul kalam summa Assalamualaikum Wr.Wb
Nama : Yunica Damayanti
Nim : 50300115091
Jurusan : PMI/Kessos C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar